Yuukk… Kita Belajar Mengantri

Akhir-akhir ini masyarakat kita sudah mulai melupakan budaya antri, misalnya antri membeli tiket, antri membayar ke kasir, dan lain sebagainya. Dari sini terlihat bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mau mengantri dan saling menyerobot untuk mendapatkan antrian lebih awal.

Hal seperti ini terjadi karena kurangnya pengajaran budaya antri pada pendidikan formal dalam pendidikan moral dan karakter. Budaya antri berpusat pada pengajaran dan bukan pada hukuman.

Maka dari itu, Sekolah Alam Komunitas Fitrah Lebah menanamkan pendidikan moral dan karakter sejak dini. Seperti budayakan antri. Jika budaya antri anak diberi informasi dan diberikan pengarahan serta dipraktekkan dengan benar, maka anak akan mendapatkan cara untuk dapat berperilaku dengan benar.

Selain itu, anak juga dapat diajarkan bagaimana cara membina hubungan dengan seseorang secara baik seperti saling menghargai,  ketegasan, kewibawaan dan rasa hormat terhadap sesama, apalagi terhadap orang yang lebih tua.

Mengajari budaya antri pada anak bisa dilakukan dengan hal-hal kecil, misalnya; mengajarkan anak bermain secara bergiliran, mengajarkan baris berbaris ketika mau masuk ke dalam kelas, mengajarkan untuk baris mengantri saat mau mencuci tangan,

Yuuukkk……

Apa saja sih pelajaran dari Mengantri ?

  1. Manajemen waktu

Anak akan belajar mengatur waktu, jika ia ingin mengantri lebih depan, maka yang harus ia lakukan adalah datang lebih awal dan mempersiapkan segala sesuatunya lebih awal.

  1. Sabar

Anak akan bersabar mengantri jika ia datang lebih akhir, karena itu sudah menjadi konsekuensi karena ia datang terlambat

  1. Menghormati

Anak akan belajar menghormati hak orang lain. Yang datang lebih awal dan lebih cepat maka akan mendapat giliran lebih awal, yang dilakukan anak jika datang akhir ialah menunggu giliran, tidak boleh menyerobot antrian apalagi menggunakan rasa seolah-olah dirinya lebih penting.

  1. Disiplin

Anak akan belajar disiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

  1. Sebab akibat

Anak akan belajar hukum sebab akibat, seperti misalanya ia datang terlambat maka ia harus menerima konsekuensinya untuk berada pada barisan belakang.

Bukan hanya itu saja, anak juga akan belajar tabah dan sabar, disiplin, teratur dan rapi, memiliki rasa malu, dan jujur pada diri sendiri. Kita ketahui bahwa orang tua adalah sebagai figur yang akan ditiru oleh anak-anaknya. Oleh sebab itu, ajari anak cara mengantri yang baik dan benar.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *